Friday, June 25

Asal Usul Nama Baghdad Ibukota dari Irak

Asal Usul Nama Baghdad Ibukota dari Irak – Baghdad merupakan ibukota Irak serta, sehabis Kairo, yang kota terbanyak kedua dari bumi Arab serta terbanyak keempat di Timur Tengah dengan populasi kota 6, 7??juta.

Asal Usul Nama Baghdad Ibukota dari Irak

iraqcmm – Terdapat di sejauh bengawan Tigris, dekat reruntuhan kunoKota Babilon di Akkadia serta bunda kota Sassaniyah kuno Ctesiphon, Baghdad dibuat pada era ke- 8 serta jadi bunda kota Kekhalifahan Abbasiyah. Dalam durasi pendek, Baghdad bertumbuh jadi pusat adat, menguntungkan, serta intelektual berarti Dunia dari Orang islam.

Ini, tidak hanya menampung sebagian institusi akademis penting, tercantum House of Wisdom, dan jadi tuan rumah area multietnis serta multiagama, mengakulasi nama baik kota di semua bumi selaku” Pusat Penataran”.

Dilansir dari wikipedia, Baghdad merupakan kota terbanyak di bumi sepanjang beberapa besar masa Abbasiyah sepanjang Era Kebesaran Islam, melambung pada populasi lebih dari satu juta. Kota ini beberapa besar dihancurkan di tangan Imperium Mongol pada tahun 1258, menyebabkan penyusutan yang hendak bertahan sepanjang beratus- ratus tahun sebab seringnya wabah penyakit serta sebagian kerajaan beruntun.

Dengan pengakuan Irak selaku negeri merdeka( tadinya Amanat Inggris di Mesopotamia) pada tahun 1932, Baghdad dengan cara berangsur- angsur memperoleh kembali keunggulannya selaku pusat adat Arab yang penting, dengan populasi yang diperkirakan berjumlah 6 ataupun lebih dari 7 juta. Dibanding dengan populasinya yang besar, beliau mempunyai area kecil dengan besar cuma 673 km persegi( 260 mil persegi).

Baca juga : Berikut Ini Adalah Tempat Bersejarah yang Ada di Irak

Di era saat ini, kota ini kerap mengalami kehancuran prasarana yang akut, yang terakhir sebab Perang Irak yang berjalan dari tahun 2003 sampai 2011, serta makar selanjutnya serta setelah itu perang terkini yang berjalan dari tahun 2013 sampai 2017, yang menyebabkan lenyapnya adat dengan cara kasar. peninggalan serta artefak asal usul.

Asal Usul Nama

Julukan Baghdad pra- Islam, serta asalnya diperdebatkan. Web di mana kota Baghdad bertumbuh sudah ditempati sepanjang ribuan tahun. Pada era ke- 8 Meter, sebagian dusun sudah bertumbuh di situ, tercantum suatu desa Persia yang diucap Baghdad, julukan yang setelah itu dipakai buat metropolis Abbasiyah.

Pengarang Arab, yang mengetahui asal- usul julukan Baghdad saat sebelum Islam, biasanya mencari asal- usulnya dalam bahasa Persia Tengah. Mereka menganjurkan bermacam maksud, yang sangat biasa merupakan” yang dianugerahkan oleh Tuhan”.

Ahli modern biasanya mengarah menggemari etimologi ini, yang memandang tutur itu selaku kombinasi dari bagh( Baghpahlavi. png)” tuhan” serta dad( Dadpahlavi. png)” diserahkan”.

Dalam bahasa Persia Kuno, bagian awal bisa dilacak ke boghu serta terpaut dengan” dewa” rawa Slavia, Sebutan seragam di Persia Tengah merupakan julukan Mithradat( Mihrdad dalam bahasa Persia Terkini), diketahui dalam bahasa Inggris dengan wujud Helenistiknya Mithridates, yang berarti” Diserahkan oleh Mithra”( dat merupakan wujud dad yang lebih kuno, terpaut dengan dat Latin serta pemberi Inggris).

Terdapat beberapa posisi lain di area yang lebih besar yang namanya ialah kombinasi dari tutur tersebutbagh, tercantum Baghlan serta Bagram di Afghanistan, Baghshan di Iran, serta Baghdati di Georgia, yang mungkin mempunyai asal- usul etimologis yang serupa.

Sebagian pengarang sudah menganjurkan asal- usul julukan yang lebih berumur, spesialnya julukan Bagdadu ataupun Hudadu yang terdapat di Babilonia Kuno( dieja dengan ciri yang bisa menggantikan tas serta hu), serta julukan Talmud Babilonia buat suatu tempat yang diucap” Baghdatha”. Sebagian ahli menganjurkan bentukan bahasa Aram.

Kala khalifah Abbasiyah, Al- Mansur, mendirikan kota yang serupa sekali terkini buat ibukotanya, ia memilah julukan Madinat al- Salaam ataupun Kota Rukun. Ini merupakan julukan sah pada koin, anak timbangan, serta pemakaian sah yang lain, walaupun orang biasa senantiasa memakai julukan lama. Pada era ke- 11,” Baghdad” jadi julukan yang nyaris khusus buat kota metropolis yang populer di bumi.

Dasar dari Baghdad

Sehabis tumbangnya Anak cucu Umayyah, bangsa Orang islam awal, para penguasa Abbasiyah yang berhasil membutuhkan modal mereka sendiri yang bisa mereka maanfaatkan buat menyuruh. Mereka memilah web utara Sassanid ibukota Ctesiphon, serta pada bertepatan pada 30 Juli 762 yang khalifah Al- Mansur membebankan pembangunan kota. Itu dibentuk di dasar pengawasan Barmakids.

Mansur yakin kalau Baghdad merupakan kota yang sempurna buat jadi bunda kota kerajaan Islam di dasar Abbasiyah. Ahli sejarah Orang islam al- Tabari memberi tahu perkiraan kuno oleh para biksu Kristen kalau seseorang tuan bernama Miklas sesuatu hari hendak membuat kota yang dahsyat di dekat area Baghdad.

Kala Mansur mengikuti ceritanya, ia jadi amat bahagia, bagi hikayat, ia dipanggil Miklas dikala kecil. Mansur amat menggemari web itu alhasil ia diambil berkata:” Ini memanglah kota yang hendak aku temui, tempat aku bermukim, serta tempat generasi aku hendak menyuruh setelahnya”.

Perkembangan kota tertolong oleh lokasinya yang amat bagus, bersumber pada paling tidak 2 aspek: beliau mempunyai kontrol atas arah penting serta perdagangan di sejauh Tigris, serta mempunyai banyak air dalam hawa kering.

Air terdapat di kedua akhir utara serta selatan kota, membolehkan seluruh rumah tangga mempunyai bekal yang banyak, yang amat tidak sering terjalin sepanjang ini. Kota Baghdad lekas jadi sedemikian itu besar alhasil wajib dipecah jadi 3 area yudisial: Madinat al- Mansur( Kota Bulat), al- Sharqiyya( Karkh) serta Askar al- Mahdi( di Pinggir Barat).

Bagdad melewati Ctesiphon, bunda kota orang Sassaniyah, yang terdapat dekat 30 kilometer( 19 mil) ke arah tenggara. Dikala ini, yang tertinggal di Ctesiphon cumalah kota kuil Salman Pak, pas di sisi selatan Baghdad Raya. Ctesiphon sendiri sudah mengambil alih serta meresap Seleukia, bunda kota awal Imperium Seleukia, yang tadinya mengambil alih kota Babilonia.

Bagi orang dagang Ibn Battuta, Baghdad merupakan salah satu kota terbanyak, belum tercantum kehancuran yang diterimanya. Penduduknya mayoritas Hanbal. Baghdad pula ialah rumah untuk makam Abu Hanifa di mana ada sel serta langgar di atasnya. Baginda Baghdad, Abu Said Hero Khan, merupakan seseorang raja Tatar yang merangkul Islam.

Pada tahun- tahun awal mulanya, kota ini diketahui selaku pengingat mimik muka yang disengaja dalam Alquran, yang merujuk pada Kayangan. Memerlukan durasi 4 tahun buat membangunnya( 764–768).

Mansur mengakulasi para insinyur, surveyor, serta pakar arsitektur seni dari semua bumi buat terkumpul serta menata konsep kota. Lebih dari 100. 000 pekerja arsitektur tiba buat mensurvei konsep itu; banyak yang dibagikan pendapatan buat mengawali pembangunan kota.

Juli diseleksi selaku durasi mulai sebab 2 astrolog, Naubakht Ahvazi serta Mashallah, yakin kalau kota itu wajib dibentuk di dasar ikon raja hutan, Leo. Leo berhubungan dengan api serta menandakan daya produksi, kebesarhatian, serta perluasan.

Batu bata yang dipakai buat membuat kota itu berdimensi 18 inci( 460 milimeter) di keempat sisinya. Abu Hanifah merupakan penghitung batu bata serta ia meningkatkan saluran, yang bawa air ke tempat kegiatan buat mengkonsumsi orang serta pembuatan batu bata. Pualam pula dipakai buat membuat gedung di semua kota, serta tangga pualam membidik ke pinggir bengawan.

Kerangka dasar kota terdiri dari 2 bundaran besar dengan garis tengah dekat 19 kilometer( 12 mil). Kota ini didesain selaku bundaran dengan garis tengah dekat 2 kilometer( 1, 2 mil), yang buatnya diketahui selaku” Kota Bulat”.

Konsep aslinya membuktikan satu cincin bentuk perumahan serta menguntungkan di sejauh bagian dalam tembok kota, namun arsitektur terakhir meningkatkan cincin lain di dalam yang awal.

Di dalam kota terdapat banyak halaman, ladang, paviliun, serta promenade. Ada unit sanitasi yang besar, banyak air mancur serta kolam renang biasa, serta tidak semacam kota- kota Eropa kontemporer pada dikala itu, jalan- jalan kerap dibersihkan dari puing- puing serta kotor.

Kenyataannya, pada era Harun al- Rashid, Baghdad mempunyai sebagian ribuhammam. Kolam renang ini tingkatkan kebersihan khalayak serta berperan selaku metode untuk para religius buat berwudhu semacam yang didetetapkan oleh Islam.

Tidak hanya itu, bayaran masuk umumnya amat kecil alhasil nyaris seluruh orang sanggup membelinya. Di tengah kota ada langgar, dan markas pengawal. Tujuan ataupun pemakaian ruang yang tertinggal di tengah tidak dikenal.

Konsep kota yang melingkar ialah bayangan langsung dari konsep perkotaan Persia Sasanian konvensional. Kota Gur Sasan di Fars, dibentuk 500 tahun saat sebelum Baghdad, nyaris sama dalam konsep melingkar biasanya, jalan- jalan yang memancar, serta gedung- gedung penguasa dan kuil- kuil di pusat kota.

Baca juga : Mengenal Lebih Dekat Kota Birmingham, Inggris

Style pemograman kota ini kontras dengan aturan kota Yunani serta Romawi Kuno, di mana kota- kota didesain selaku persegi ataupun persegi jauh dengan jalan- jalan yang silih berbentuk pada ujung siku- siku.

Baghdad merupakan kota yang padat jadwal pada siang hari serta mempunyai banyak pementasan pada malam hari. Terdapat kabaret serta kafe, auditorium buat backgammon serta catur, pementasan langsung, konser, serta akrobat. Di ujung jalur, pencerita mengaitkan gerombolan dengan narasi semacam yang setelah itu dikisahkan di Arabian Nights.